Cicero, Advokat Dan Dunia Di Luar Hukum
Cicero Advokat, Orator Yang Dicintai Manusia HukumCicero merupakan tokoh besar mazhab filsafat Stoa yang populer pada abad 4 SM (Sebelum Masehi) sampai abad 2 M (Masehi), dan ia merupakan salah satu tokoh pada periode akhir yang lebih terkenal dengan sebutan Stoa Romawi. Selain itu, ia dan pemikirannya juga dianggap dekat dengan aliran Platonisme dan Epikureanisme.
Pemikirannya banyak dirujuk dalam pemikiran hukum dan tata negara, serta pemikiran filsafat lainnya. Salah satunya adalah David Hume pada abad 18.
Cicero dikenal sebagai negarawan yang berusaha menegakkan prinsip-prinsip republik dalam perang sipil, kegagalannya menyebabkan perang sipil yang menghancurkan Republik Romawi.
Tulisan-tulisannya meliputi retorika, pidato, risalah filsafat dan politik, dan surat-surat.
Nama "Cicero" diambil dari bahasa Latin "cicer" yaitu nama tanaman sejenis kacang polong yang kaya nutrisi. Nama tersebut dikenakan pada Cicero karena terdapat semacam penyok di ujung hidungnya yang menyerupai buah kacang polong yang disebut cicer.
Nama Cicero dianggap lebih terkenal daripada kota Scauri dan Catuli sekalipun. Ketika ia menjadi kuestor (pejabat publik di zaman Romawi Kuno yang mengurusi keuangan) di Sisilia, ia membuat sebuah piring perak untuk dipersembahkan kepada para dewa, yang berukirkan dua namanya, "Marcus" dan Tullius". Pada hari lahirnya, tanggal 3 bulan pertama (Januari), para hakim di Roma melakukan doa bersama untuk mengenangnya.
Cicero mampu mengkombinasikan ambisi filsafat retorika gaya Romawi dengan gaya Yunani. Cicero kemudian belajar sembari melakukan banyak sekali aktivitas politik, hingga pada tahun 45 SM pada usianya yang ke-60, filsafatnya benar-benar mencapai keluasan dan puncak kematangan. Dengan pendampingan sepupunya, Quintus Mucius Ascaevola, sang pontifex (imam) yang pernah menjadi konsul tahun 117 SM.
Cicero atau Marcus Tullius Cicero (di Inggris dijuluki "Tully") (lahir 3 Januari 106 SM - meninggal 7 Desember 43 SM) adalah filsuf, orator yang memiliki keterampilan handal dalam retorika, pengacara, penulis, dan negarawan Romawi kuno yang umumnya dianggap sebagai ahli pidato Latin dan ahli gaya prosa.
Cicero menjadi tentara di bawah Pompeius Strabo (ayah dari Pompeius) dan menunjukkan kemampuannya di pengadilan dalam pembelaannya untuk Quintius (81 SM). Disusul dengan kesuksesannya dalam pembelaannya kepada Sextus Roscius yang terkait tuduhan pembunuhan keluarga (80 atau awal 79 SM), kemampuan Cicero semakin dipercaya oleh publik, terutama dalam bidang hukum.
Sebagai pretor (satu tingkat di bawah konsul), Cicero menyuarakan pidato politiknya pertama kali pada tahun 66 SM dalam rangka melawan Catullus dan kepemimpinan Optimates yang merupakan orang konservatif di dewan senat Romawi, ia berunding dengan perintah Pompeius dalam rangka melawan Mithradates, raja Pontus.
Setelah terbentuk sebuah pemerintahan dengan tiga orang kuat (Julius Caesar, Pompeius, dan Crassus) di dalamnya yang dijuluki triumvirs, pemerintahan Romawi cenderung mengarah pada perebutan kekuasaan antar-pribadi. Cicero sendiri lebih dekat kepada Pompeius karena persahabatan dan kesamaan prinsip dalam menegakkan gagasan sistem republik. Meski demikian, Cicero mencoba menengahi perseteruan antara ketiga orang tersebut, terutama antara pihak Pompeius dan Caesar yang sering berselisih dengan Crassus.
Sejarah Lorem ipsum berakar dari sebuah naskah sastra latin klasik dari era 45 sebelum masehi, hingga bisa dipastikan usianya telah mencapai lebih dari 2000 tahun.
Buku ini adalah risalah dari teori etika yang sangat terkenal pada masa Renaissance. Baris pertama dari Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, berasal dari sebuah baris di bagian 1.10.32 dari 'De finibus bonorum et malorum' (Sisi Kritis dari Kebaikan dan Kejahatan), karya Marcus Tullius Cicero yang ditulis pada tahun 45 sebelum masehi.
![]()
[33] At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus, qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti, quos dolores et quas molestias excepturi sint, obcaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa, qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga. Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio, cumque nihil impedit, quo minus id, quod maxime placeat, facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus. Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet, ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.
Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan:
Demikian pula, tidak adakah orang yang mencintai atau mengejar atau ingin mengalami penderitaan, bukan semata-mata karena penderitaan itu sendiri, tetapi karena sesekali terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan dapat memberikan kepadanya kesenangan yang besar. Sebagai contoh sederhana, siapakah di antara kita yang pernah melakukan pekerjaan fisik yang berat, selain untuk memperoleh manfaat daripadanya? Tetapi siapakah yang berhak untuk mencari kesalahan pada diri orang yang memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak menimbulkan akibat-akibat yang mengganggu, atau orang yang menghindari penderitaan yang tidak menghasilkan kesenangan?
Di sisi lain, kita mencela dengan kemarahan yang benar dan tidak menyukai orang-orang yang begitu terpedaya dan kehilangan moral karena pesona kesenangan saat itu, begitu dibutakan oleh keinginan, sehingga mereka tidak dapat melihat rasa sakit dan kesulitan yang pasti terjadi; dan kesalahan yang sama adalah milik orang-orang yang gagal dalam tugas mereka karena kelemahan kehendak, yang sama dengan mengatakan karena menyusut dari kerja keras dan kesakitan. Kasing ini sangat sederhana dan mudah dibedakan. Dalam waktu bebas, ketika kekuatan pilihan kita tidak terhalang dan ketika tidak ada yang menghalangi kita untuk melakukan apa yang paling kita sukai, setiap kesenangan harus disambut dan setiap rasa sakit dihindari. Tetapi dalam keadaan tertentu dan karena tuntutan tugas atau kewajiban bisnis, sering kali terjadi bahwa kesenangan harus ditolak dan gangguan diterima.
Karena itu, orang bijak selalu berpegang pada hal-hal ini pada prinsip seleksi ini: ia menolak kesenangan untuk mendapatkan kesenangan lain yang lebih besar, atau jika tidak ia bersusah payah untuk menghindari yang lebih buruk.
Kata-kata Cicero dalam Orasi melawan Catilina kadang-kadang digunakan dalam contoh-contoh huruf:
Quo usque tandem abutere, Catilina, patientia nostra? Quam diu etiam furor iste tuus nos eludet?
Berapa lama Anda akan menyalahgunakan kesabaran kami, Catiline? Berapa lama kegilaanmu itu masih bisa diejek?
Setelah terbunuhnya Caesar pada tanggal 17 Maret 44 SM dalam sebuah konspirasi yang tidak melibatkan Cicero, Cicero kembali aktif dalam politik. Hingga pada tahun 43, ketika Cicero berselisih dengan koalisi antara Markus Aemilius Lepidus dan Antonius, Cicero akhirnya dituntut untuk dibunuh dengan cara dipenggal.
Walapun Cicero melarikan diri, namun tetap berhasil dibunuh dalam pelariannya. Menjadi tradisi, yang salah satunya diceritakan oleh Plutarkos, Cicero meninggal secara heroik.
Kesahajaan Cicero

Secara personal, Cicero adalah orang yang sangat cerdas dalam bernalar, bahkan mampu memakai peristiwa-peristiwa dalam hidupnya sebagai pemacu karya-karya filsafatnya.
Mensikapi warisan dari keberanian tradisi Romawi dalam kemiliteran, dan warisan Yunani yang mengatakan bahwa doxa (kejayaan dan opini) adalah berbahaya dan tidak berharga, Cicero mengakomodasi keduanya dengan berkata:
Jiwa besar tampak dalam dua hal sikap: tidak memperdulikan hal-hal eksternal (kekayaan, nama baik, prestise jabatan), dalam keyakinan bahwa orang seharusnya tidak memuji, memilih, dan mengejar apa pun kecuali kehormatan dan seharusnya tidak tunduk kepada manusia, hasutan jiwa atau kekayaan. [Cicero dalam de Officiis I.66-7]
Di dalam diri manusia terdapat emosi yang baik, yang disebut eupatheia (bebas dari hasrat personal), Cicero menyebut constatiae (bahasa lain dari konstitusi) yang mengatakan bahwa negara yang kukuh tidak boleh dikendalikan perilaku manusia yang berhasrat berlebih-lebihan. Sepanjang ada nafsu, selalu ada keinginan yang berlebihan; sejauh ada ketakutan selalu ada alasan untuk menghindar; dan sejauh ada kesenangan, selalu ada kegembiraan.
Menjadi Teks Standar
Teks Lorem Ipsum sendiri bukanlah sebuah teks acak tanpa makna dan fungsi. Teks ini berfungsi untuk menghindari terganggunya fokus atau perhatian seseorang ketika sedang membuat layout desain.
Ada alasan mengapa teks ini dijadikan sebagai menjadi sebuah naskah standar layout desain. Pasalnya teks ini memiliki penyebaran huruf normal dan merata. Teks ini juga diibaratkan sebagai sebuah naskah bahasa Inggris yang bisa dibaca dan punya arti.
Dengan teks ini mereka diharapkan tak akan memperhatikan isi teks lipsum yang panjang. Teks lorem ipsum ini hanyalah dummy (contoh).
Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an, saat seorang tukang cetak yang tidak dikenal mengambil sebuah kumpulan teks dan mengacaknya untuk menjadi sebuah buku contoh huruf. Ia tidak hanya bertahan selama 5 abad, tapi juga telah beralih ke penataan huruf elektronik, tanpa ada perubahan apapun.
Ia mulai dipopulerkan pada tahun 1960 dengan diluncurkannya lembaran-lembaran Letraset yang menggunakan kalimat-kalimat dari Lorem Ipsum, dan seiring munculnya perangkat lunak Desktop Publishing. Setelah PageMaker, banyak software lain yang mulai menggunakan lorem ipsum, termasuk Microsoft Word, dan pengelola konten pada situs web.
Maksud penggunaan lipsum adalah agar pengamat tidak terlalu berkonsentrasi kepada arti harfiah per kalimat, melainkan lebih kepada elemen desain dari teks yang dipresentasi.
Sumber:
Referensi:
Cicero, Marcus Tullius; Rackham, H. (1914). De finibus bonorum et malorum (in Latin and English). New York: Macmillan Co. p. 36 (Book I ix 32).