Membuka...

Bakiak Advokat

 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 'pahlawan' itu diartikan sebagai berikut.

pah·la·wan (noun/kata benda) orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani;

-- bakiak suami yang sangat patuh (takut) kepada istrinya; 

-- kesiangan 1 orang yang baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; 2 orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang;

ke·pah·la·wan·an n perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan)

Dari sisi bahasa Pahlawan berasal dari kosa kata Sanskerta yaitu 'phala-wan' yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas.

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 33 tahun 1964 tentang penetapan, penghargaan, dan pembinaan terhadap pahlawan Bab I Pasal 1, yang dimaksud dengan pahlawan dalam peraturan ini adalah sebagai berikut.

Warga Negara Republik Indonesia yang gugur atau tewas atau meninggal dunia akibat tindak kepahlawanannya yang cukup mempunyai mutu dan nilai jasa penjuangan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan bangsa. Warga Negara Republik Indonesia yang masih diridai dalam keadaan hidup sesudah melakukan tindak kepahlawanannya yang cukup membuktikan jasa pengorbanan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan bangsa dan dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh suatu tindak atau perbuatan yang menyebabkan menjadi cacat nilai perjuangan karenanya.

Sementara pada kenyataannya, yang dijadikan pedoman untuk menyebut seseorang sebagai 'pahlawan' adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 33 tahun 1964.

Padahal, yang mesti sangat diperhatikan adalah beda antara pahlawan dengan kepahlawanan, yang pertama adalah dia (orang) yang menghasilkan buah dari perbuatannya sedangkan yang kedua adalah orang yang berbuat (perilakunya) seperti penghasil buah.

Ada lagi yang lebih payah yaitu 'pahlawan kesiangan'.

...dan saya cukup bangga sebagai 'pahlawan bakiak', karena lebih bisa meresapi nikmat syar'i rasanya meski jauh dari sempurna - menghormati isteri sehingga saya tetap dikasihi oleh sang perempuan.

Beranda