Membuka...

5 Musim Advokat

2 tahun yang terasa berat, untuk fisik, pikiran dan psikis akibat peristiwa yang menimpa Bumi.

Tapi, ditahun-tahun ini justeru menampakkan banyak kebaikan atas hasil dedikasi terhadap dunia Hukum, mendapatkan kesempatan di beberapa Kantor Hukum yang beroleh penghargaan dan peringkat di jajaran terbaik di Indonesia.

Beruntung sekali rasanya para senioren, rekan, sahabat sekaligus keluarga juga lawan berbantah demi rakyat dan Hukum membiarkan saya untuk ikut belajar, mengisi dan merasakan kebangaan terhadap apa yang mereka bangun sebagai Manusia Hukum.

Buat saya, bukan hanya 2 tahun penting tapi suatu kepentingan sejak keberadaan Advokat di bumi Indonesia, yang saya sebut sebagai “5 musim, ratusan gerhana dan ribuan gelombang”.

Lalu, beberapa figur sahabat yang sejak lama hilang terbawa arus lalu kembali lagi dalam persona yang lain yang lebih teguh menambahkan “kita mampu melalui badai”, sang kakak mengimbuhi untuk “berpijak dibumi dengan senyum”.

Ya, badai itu adalah tanda alam, petunjuk yang memberi tahu dalam bahasanya sendiri, “jangan gentar terhadapku, tenanglah dan perhatikan bahwa didekat kejadianku ada tempat berlindung”, badai tidak akan reda karena begitulah maksud kenyataannya, kita bagian dari tujuan.

Terimakasih untuk membiarkan saya turut berlayar dan lancang berbagi navigasi dalam 5 musim, ratusan gerhana dan ribuan gelombang itu – bagian dari sejarah dan impian para pendahulu selaku pendiri bahkan penegak kedaulatan negara di dunia Hukum bersama para Manusia Hukum.

Melingkar dengan sajian khidmat yang menjadi simbol para pejuang – secangkir kopi dan camilan sederhana pengganjal perut.

Kesempatan tidak datang dua kali, beruntung, saya ambil kesempatan pertama yang menjadi waktu utama untuk mengenal beliau, tidak tanggung-tanggung bahkan dalam aktivitas profesi.

Tidak akan saya biarkan kesempatan kedua datang karena pada saat pertama itulah ketetapan untuk selalu belajar, tanpa jeda dan kehilangan waktu.

Bersama rekan yang lain menghadirkan nuansa keluarga profesional, diantara tugas yang berat dan bertubi, duduk melingkar akrab menjadi diskusi kopi yang casual bersahaja.

Panjang umur, abang yang baik, pemimpin visioner, pejabat yang santun berjabat, pejuang yang ramah, guru yang sahaja, tenaga pendorong dan apa yang baik yang gak ragu akan saya sebut kenyataannya.

Jangan capek untuk menampar dan membangun pemikiran kami.

Terimakasih, bang dan keluarga besar – panjang umur dalam kesehatan prima untuk Advokat, dunia Hukum dan rakyat.

Beranda