Membuka...

Romantisme Sejarah Advokat

Patronus tidak membayangkan bahwa peran yang dilakoninya saat itu akan menjadi satu profesi yang sangat berpengaruh dalam konfigurasi hukum dunia serta berpengaruh terhadap polarisasi politik, ekonomi, dan budaya saat ini.

Advokat pertama di dunia yang memperkenalkan sistem pembelaan dari bentuk peradilan yang berbeda dari sebelumnya.

Pada zaman Romawi Kuno, Advokat dan proses sejarahnya tidak bisa dilepaskan dari sistem sosial politik, dan memiliki peran dalam mendesain sistem dan struktur sosial.

Advokat hadir ketika sistem sosial membutuhkan instrument pengendali, pengontrol, dan penyeimbang kekuasaan yang berkembang sesuai dengan jamannya.

Kedermawanan terjadi karena para advokatus (penerus Patronus) berlatar belakang kaum terhormat dan memiliki power dalam sistem sosial pada saat itu.

Kehormatan dan kemuliaan ini sampai saat ini masih menjadi prototype untuk para advokat.

Dengan latar belakang sejarah sedemikian itulah, lambat laun profesi advokat dinobatkan sebagai nobile officium.

Dalam bahasa Latin kita temukan kata nobilis yang artinya orang-orang terkemuka.

Para bangsawan di Roma, baik Patricia (bangsawan) maupun Plebeian (masyarakat kecil dan menengah, dan yang menjadi kaya) yang nenek-moyangnya pernah memangku jabatan-jabatan tinggi. Nobilis juga berarti mulia, luhur, utama, yang baik, yang sebaik-baiknya.

Nobilitas diartikan darah kebangsawanan, keluhuran jiwa, keulungan, keunggulan, kemuliaan. Officium berarti jasa, kesediaan menolong, kesediaan melayani, ketakziman.

Officium nobilium harus dijalankan oleh manusia bebas yang membebaskan, “opera liberlis”.

Akar kata Advokat berasal dari bahasa Latin yaitu Advocatus, artinya orang yang membantu seseorang dalam perkara.

Profesi atau profesus (latin) merupakan pengakuan atau komitmen iman, atau pernyataan kesungguhan hati, atau janji di muka umum.

Esquire juga menjadi istilah yang sering digunakan dalam pengadilan, merujuk pada gelar yang ditulis di nama seorang pengacara ataupun yang berkecimpung di dunia pengadilan. Berasal dari sistem gelar kebangsawanan Inggris di mana esquire, di atas pangkat seorang Sir tetapi lebih rendah dari seorang Knight.

Kata esquire sendiri berasal dari bahasa Prancis Kuno, dan selanjutnya diturunkan dari dari bahasa Latin, yang artinya seperti "pemegang perisai". Pada tahun 1200-an dan 1300-an di Inggris gelar tersebut bersifat kehormatan dalam profesi hukum.

Istilah profesi dikenal di Inggris abad XII. Di dalam peradilan accusatoir dengan hakim dan juri yang dikembangkan oleh penguasa Norman sesudah kemenangan Magna Charta (tahun 1215), peran advokat sangat menonjol.

Seseorang yang berperkara harus diwakilkan oleh seorang barrister, anak laki-laki kedua dari kaum bangsawan (nobility) yang tidak dapat menggantikan kedudukan dan kekayaan ayahnya sebagai hak anak laki-laki pertama.

Anak kedua mencari karier di dalam angkatan perang atau hukum. Inilah penyebab utama dari pada kode etik tinggi yang dijunjung tinggi oleh barrister. Mereka memantapkan kehormatan keluarga, tidak sudi menerima upah, melainkan harus dalam bentuk honorarium (eereloon).

Beranda